Abaikan SMS Berantai

Abaikan SMS Berantai

Setelah "kasus" bagi-bagi sembako yang bisa di kategorikan kampanye hitam dengan tujuan untuk menjatuhkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang Sigit Widyonindito & Windarti Agustina terakhir ini beredar sms berantai bagi-bagi pulsa.

Selang satu hari setelah penghitungan cepat yang dilakukan oleh Tim Relawan dengan hasil akhir 48,69 % untuk kemenangan Si Winner beredar sms berantai berisi "10 Des 2015 19.53 Aslkm.... sms dari keluarga Bp Sigit Widyonindito/Si Winner no 1 bagi-bagi pulsa karena lagi sukuran hari keberanian dan kemenangan sebagai WALIKOTA MAGELANG bekerjasama dg operator lanjutkan SMS ini ke15 orang maka pulsa terisi 100.000 cpt"

Sms yang tidak diketahui asal muasalnya itu disebarkan secara berantai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tidak hanya dikirim ke warga Kota Magelang tetapi sampai wilayah kabupaten Magelang. Dari beberapa sumber warga yang penasaran akhirnya mengirim ke sejumlah kenalan sesuai dengan isi pesan tersebut namun setelah ditunggu beberapa lama tidak mendapatkan nominal pulsa seperti yang tertulis pada pesan singkat tersebut.

Atas kejadian diatas pihak Tim Kampanye Si Winner maupun Tim Relawan memberitahukan kepada masyarakat Kota Magelang bahwa pasangan Walikota & Wakil Walikota Magelang Sigit-Windarti maupun keluarga tidak menyebarkan pemberitahuan perihal bagi-bagi pulsa. Oleh karena itu masyarakat harap mengabaikan jika menerima SMS yang telah mencatut nama Sigit Widyonindito dan keluarga tersebut karena hal itu dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Hasil Akhir Quick Count

Perhitungan suara versi quick count PILKADA Serentak 2015 Kota Magelang yang dilakukan oleh Tim Relawan SiWinner pada hari RABU tanggal 9 Desember 2015 dengan kemenangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota periode 2015-2020 Sigit Widyonindito & Windarti Agustina. Perhitungan selengkapnya bisa di lihat gambar dibawah ini atau melalui website www.siwinner.com

PENGHITUNGAN CEPAT VERSI TIM RELAWAN SI WINNER


PENGHITUNGAN CEPAT VERSI KPU KOTA MAGELANG

Qucik Count versi KPU Kota Magelang
 

KITA adalah SATU

Calon Walikota & Wakil Walikota Magelang 2015-2020 Sigit Widyonindito-Windarti Agustina Pilkada 2015

Salam hormat kepada seluruh masyarakat Kota Magelang...

Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara serentak di secara nasional sudah berlangsung beberapa bulan dan tidak terasa akan berakhir pada saat pencoblosan nanti tanggal 9 Desember 2015. Proses pilwalkot di Kota Magelang sendiri pada umumnya berlangsung secara kondusif dan aman karena tidak lepas dari dukungan para relawan dan simpatisan.

Berbagai sosialisasi yang telah dilakukan oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang nomor urut 1 Sigit Widyonindito & Windarti Agustina di berbagai tempat berlangsung dengan baik bahkan disambut antusias oleh masyarakat. Banyak aspirasi yang diserap dari warga mulai dari pertanyaan, saran, hingga kritikan tentang pembangunan di Kota Magelang menjadi masukan yang sangat penting serta berharga untuk menjadikan Kota Magelang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati serta keikhlasan kami dari Tim Relawan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Magelang, penyelenggara pemilihan umum, pihak keamanan, dan semua pihak  atas kesalahan yang kami perbuat baik itu disengaja maupun tidak sengaja selama dilakukannya rangkain proses Pikada 2015 ini.

Mari kita bergotong royong untuk membangun Kota Magelang untuk mewujudkan Kota Jasa yang Modern dan Cerdas dengan masyarakatnya yang sejahtera serta religius. Mantapkan hati pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2015 di masing-masing Tempat Pemungutan Suara untuk memilih pemimpin cerdas sebagai pelayan masyarakat yaitu Sigit Widyonindito dan Windarti Agustina sebagai pasangan Walikota & Walikota Magelang periode 2015-2020. KITA adalah SATU!

Smart City dan Pembangunan Kota di Indonesia

Talk Show Smart City dan Pembangunan Kota di Indonesia Sigit Widyonindito Kota Magelang

Tahun 2015 ini Kota Yogyakarta, Magelang, dan Surabaya terpilih sebagai Kota Cerdas (Smart City) karena dinilai memenuhi kriteria sebagai kota yang mampu melayani dan memenuhi kebutuhan warga secara efektif, efisien, serta berkelanjutan. Penganugerahan Kota Cerdas 2015 berdasarkan indeks Kota Cerdas Indonesia yang disusun oleh harian umum KOMPAS dan Institut Teknologi Bandung.

Latar belakang jumlah penduduk perkotaan yang kian besar dengan kompleksitas permasalahan kota menjadi acuan pembuatan indeks Kota Cerdas Indonesia 2015. Kondisi tersebut menjadi tantangan untuk mengelola kota dengan smart dan tujuan meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup penduduk sehingga berbagai perbaikan hingga penerapan konsep smart city muncul termasuk di Indonesia.

Aspek lain yang menjadi pertimbangan meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sebuah kota dianggap dapat menerapkan konsep kota cerdas dalam perekonomian apabila kota tersebut perekonomiannya berjalan baik.

Sementara itu dalam segi pengelolaan aspek sosial sebuah kota dinilai smart jika warga di kota tersebut dapat menikmati keamanan, kemudahan, dan kenyamanan. Layanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi mudah untuk diakses. Kemudian dari segi pengelolaan aspek lingkungan sebuah kota dinilai smart apabila dapat menyediakan hunian sehat dan kesesuaian tata ruang.

Berdasarkan pemikiran diatas maka The Habibie Center mengundang narasumber Haryadi Suyuti (Walikota Yogayakarta - berhalangan hadir), Sigit Widyonindito (mantan Walikota Magelang), Tri Rismaharini (Mantan Walikota Surabaya), Yayat Supriyatna (Pengamat Perkotaan), dan Ilham Akbar Habibie (Ketua Tim Pelaksana Dewan Informasi dan Komunikasi Nasional) pada acara Talk Show HUT The Habibie Center ke-16 di Hotel Le Meridien, Jakarta pada hari Rabu 25 November 2015 dengan tema Smart City dan Pembangunan Kota di Indonesia.

Sigit Widyonindito hadir sebagai narasumber merupakan suatu kehormatan tersendiri terutama bagi masyarakat Kota Magelang karena diberi kesempatan untuk berbagi banyak hal tentang pengelolaan kota secara cerdas.



Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Pada hari Sabtu, 21 November 2015 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang Sigit Widyonindito & Windarti Agustina diikuti oleh puluhan tim sukses serta simpatisan mengunjungi pusat kuliner Kartika Sari setelah selesai dari acara sosialisasi dan dialog dengan warga Tidar Sari Tanon Kecamatan Magelang Selatan.

Hujan yang cukup deras tidak menghentikan blusukan rombongan Si Winner di salah satu food court yang tergolong ramai dikunjungi pecinta kuliner baik warga Kota Magelang sendiri hingga luar kota. Sigit-Windarti menyempatkan berbincang-bincang dengan para pedagang serta pengunjung yang malam itu sedang menikmati makan malam.


Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang

Blusukan Di Pusat Kuliner Kartika Sari Kota Magelang
 

Pembangunan Jangka Panjang Kota Magelang 2005-2025

Pembangunan Jangka Panjang Kota Magelang 2005-2025

Visi dan Misi Sigit - Windarti tidak lepas atau lebih mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)  Kota Magelang 2005-2025 yang telah ditetapkan pada Peraturan Daerah Kota Magelang nomor 4 tahun 2009 mengamanatkan bahwa kondisi yang harus tercapai pada tahun 2025 kedepan adalah Magelang sebagai kota jasa yang berbudaya, maju, dan berdaya saing dalam masyarakat madani.

Sedangkan misi pembangunan jangka panjang meliputi:
- Mewujudkan Kota Magelang sebagai pusat pelayanan jasa dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan fasilitas memadai.


- Mewujudkan masyarakat Kota Magelang yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab.


- Meningkatkan daya saing daerah melalui pengelolaan pembangunan Kota Magelang yang efisien, efektif, profesional, dan berwawasan lingkungan serta mengembangkan potensi daerah secara kreatif dan inovatif didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan serta sumber daya manusia yang berkualitas.


- Mengembangkan perekonomian Kota Magelang yang tertumpu pada penguatan ekonomi kerakyatan, menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan ditandai penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatnya pendapatan masyarakat.


- mewujudkan good governance dan clean goverment dengan melibatkan dunia usaha, masyarakat madani (civil society) dan media massa untuk menuju kehidupan masyarakat Kota Magelang yang damai, demokratis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

Untuk mencapai kondisi tersebut maka dalam RPJPD 2005-2025 telah disusun beberapa tahapan yang harus dilakukan. Periode tahun 2016-2020 merupakan tahapan ke-3 yang harus dicapai dalam pembangunan jangka menengah, yaitu:


- Meningkatkan dan memantapkan upaya menyejahterakan masyarakat melalui optimalisasi peran serta fungsi lembaga pemerinta, swasta, masyarakat madani, dan media massa khususnya pada pelayanan jasa perekonomian, jasa kesehatan, serta jasa pendidikan.


- Menciptakan peluang kerja dalam bidang pelayanan jasa perekonomian, jasa kesehatan, dan jasa pendidikan.

Beberapa kondisi obyektif permasalahan dan isu strategis yang berkembang sampai dengan tahun 2014 menjadi pertimbangan penting dalam perumusan visi dan misi tahun 2016-2020, yaitu:


- Perlunya peningkatan kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah
- Peningkatan akses pelayanan pendidikan, kesehatan, dan jaminan kesejahteraan sosial.
- Pengurangan ketimpangan distribusi pendapatan dan pembangunan antar wilayah.
- Pengembangan dan pemanfaatan potensi daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
- Menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
- Meningkatkan kehidupan beragama dan toleransi antar umat beragama.

Sejuta Bunga Untuk Generasi Mendatang

Sejuta Bunga Untuk Generasi Mendatang

Slogan Magelang Kota Sejuta Bunga memang masih menjadi perdebatan tersendiri di setiap obrolan masyarakat hingga sekarang. Secara umum masyarakat Kota Magelang masih belum mengerti sepenuhnya pemilihan jargon oleh mantan Walikota Magelang periode 2010-2015 Sigit Widyonindito, yang sekarang mencalonkan kembali berpasangan dengan Windarti Agustina untuk kepemimpinan periode 2015-2020.

Pemilihan jargon Kota Sejuta Bunga berdasarkan sejarah masa lalu ketika masa pendudukan kolonial belanda pada abad ke-18 di Magelang. Waktu itu pemerintahan Belanda menjadikan Magelang sebagai sebuah wilayah yang strategis untuk kepentingan militer dan perekonomian. Dimulai dengan dipilihnya Magelang sebagai "ibukota" karesidenan KEDU pada tahun 1818 yang selanjutnya dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana seperti bangunan-bangunan pemerinahan dan komplek pemukiman, menara air, listrik, pengaspalan jalan-jalan arteri, dan masih banyak lagi. Saat itu perkembangannya daerah Magelang semakin maju sehingga dikenal sebagai De Tuin Van Java atau Tamannya Pulau Jawa karena sangat nyaman dan asri dan sering menjadi tempat peristirahatan serta kota wisata bagi kebanyakan orang-orang Belanda.

Merujuk pada sejarah masa lalu dengan melihat kondisi sekarang yang kekurangan lahan terbuka hijau maka Sigit Widyonindito mencanangkan Kota Sejuta Bunga untuk mengembalikan keasrian Kota Magelang tempo dulu. Selain itu Kota Sejuta Bunga juga sebagai branding pariwisata yang sekarang sudah banyak dikenal oleh orang di luar daerah selain jajanan gethuk dan bukit Tidar sebagai pakuning tanah jowo (paku-nya tanah jawa).

Pada penerapan di lapangan tidak hanya tanaman dari berbagai jenis bunga saja tetapi diimbangi dengan penanaman pohon-pohon perdu di sepanjang jalan utama sekaligus mengganti pohon-pohon tua yang sudah membahayakan karena batang/akar sudah tidak kokoh lagi. membangun serta menata ulang taman-taman kota yang sebelumnya tidak pernah dipelihara dengan baik bahkan di setiap sudut kampung juga dibangun taman.

5 tahun telah berlalu tetapi masih ada masyarakat yang mencibir dan pesimis, tetapi mantan Walikota Magelang periode lalu bisa memaklumi karena masih banyak warga yang kurang memahami. Dibalik itu sebenarnya ada makna lain yang lebih penting yaitu mempertahankan tanaman hijau sebagai paru-paru kota untuk masa sekarang dan masa mendatang. Ditengah perkembangan modernisasi sekarang sudah banyak lahan hijau yang tergerus dan semakin berkurang tergantikan oleh bangunan-bangunan pemukiman seiring bertambahkan populasi penduduk kota. Oleh sebab itu Sigit Widyonindito tidak hanya memikirkan serta melakukan pembangunan ruang terbuka hijau untuk jangka pendek jangka, tapi untuk manfaat kedepan agar generasi mendatang masih bisa merasakan kenyamanan hidup/tinggal di Kota Magelang.